
JOMBANGKAB — Peringatan Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur dilaksanakan pada Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Posyandu Rosalia Indah, Dusun Jabon, Desa Bawangan, Kecamatan Ploso, dengan dihadiri sedikitnya 250 undangan dari berbagai elemen pemangku kepentingan.

Hadir dalam agenda tersebut Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Jombang, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi, didampingi Ning Ema Erfina (istri Wakil Bupati Jombang), dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Ibu Lilik Agus Purnomo. Turut hadir jajaran Forkopimcam Ploso, Kepala Puskesmas Bawangan, jajaran pengurus Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan desa, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Peringatan tahun ini mengusung tema "Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat." Tema ini merefleksikan arah kebijakan baru di mana Posyandu tidak lagi hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan ibu dan anak, melainkan bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang mencakup enam urusan wajib pelayanan dasar.

Dalam sambutannya, Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi menekankan bahwa transformasi ini merupakan implementasi dari kebijakan nasional. Beliau memaparkan bahwa Posyandu kini memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang meliputi:Bidang Pendidikan; Bidang Kesehatan; Bidang Pekerjaan Umum; Bidang Perumahan Rakyat; Bidang Sosial; serta Bidang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat.

"Transformasi ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh akses layanan dasar secara lebih dekat, cepat, dan efisien. Posyandu harus hadir sebagai garda terdepan yang memberikan dampak langsung pada penguatan sumber daya manusia (SDM) di tingkat akar rumput," ujar Ibu Yuliati.
Selain memaparkan visi transformasi, Ketua Tim Pembina Posyandu juga menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang ditunjukkan oleh warga Desa Bawangan. Tingginya partisipasi masyarakat serta kondisi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut dinilai sebagai bukti keberhasilan pola asuh dan efektivitas kinerja para kader Posyandu.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penguatan komitmen lintas sektor. Dengan optimalisasi pelayanan berbasis SPM, Pemerintah Kabupaten Jombang optimistis dapat meningkatkan indeks kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan melalui peran aktif Posyandu yang lebih integratif dan profesional.